Uniknya Aksi Talent Kontestan Miss World 2015

Uniknya Aksi Talent Kontestan Miss World 2015
"Kontestan Miss World 2015"
Berita Menarik | Mampirdolo.blogspot.com -  Salah satu hal yang istimewa di ajang ratu kecantikan berskala internasional Miss World adalah adanya segmen fast track talent. Dalam fast track yang dikompetisikan tersebut, setiap kontestan akan unjuk kebolehan untuk menampilkan kreatif mereka. Entah itu menari, bernyanyi, dan lainnya.

Beberapa diantara kontestan Miss World 2015 mena
mpilkan penampilan unik mereka. Seperti apa?


Jessica Ngoua Nseme, kontestan asal Kamerun, menampilkan sesuatu yang unik di audisi fast track talent show. Meski mahir dalam bernyanyi, Jessica memilih untuk menampilkan keunikan budaya negaranya, yakni mengepang rambut. Jessica pun memiliki alasan khusus mengapa dirinya menampilkan hal tersebut.
“Tradisi bagi wanita Kamerun adalah dapat mengepang rambut di usia muda. Di Kamerun, bila rambut Anda tidak dikepang, Anda tidak bisa masuk sekolah,” ujar Jessica.

Meski kedengarannya mudah, namun mengepang rambut tradisional Kamerun rupanya tidak mudah lantaran membutuhkan keterampilan khusus dan menghabiskan waktu hingga empat jam lamanya!
Lain halnya dengan kontestan asal Slovenia, Mateja Kociper. Mateja memiliki bakat dalam menciptakan sirkuit elektronik untuk boneka yang memungkinkan boneka tersebut untuk berbicara.

“Saya mempelajari telekomunikasi dan kewirausahaan. Dimana saya belajar menciptakan teknologi yang kompleks. Saya berharap suatu hari nanti dapat membuat bisnis dari itu,” kata gadis yang memiliki kemampuan bahasa asing lebih banyak dibandingkan kontestan Miss World lainnya ini.
Tujuan pembuatan teknologi khusus tersebut terbilang cukup mulia. Pasalnya, Mateja berharap melalui hal tersebut dirinya dapat membantu anak-anak dalam bermain.

“Pendidikan sangat penting, namun anak-anak tidak senang belajar, mereka semua suka bermain. Adanya teknologi ini memungkinkan orang tua atau guru untuk merekam apa pun yang mereka inginkan melalui boneka, baik bahasa atau matematika. Sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain,” terang Mateja.


Berikutnya, ada Khin Yadanar Thein Myint yang menampilkan kesenian tradisional asal Myanmar, yakni Burma Shan Martial Arts. Dengan menampilkan bakat tersebut, gadis yang berprofesi sebagai pemandu wisata ini ingin menunjukkan bahwa dirinya dapat melakukan apa yang pria lakukan.

“Mengetahui jenis keterampilan ini membuat saya lebih percaya diri dari sebelumnya. Saya merasa selalu dilindungi dan saya percaya kalau semua perempuan tahu bagaimana cara mereka melindungi diri mereka sendiri,” kata Myint.


Terakhir, Keysi Vargaz Vélez, dari Puerto Rico. Dalam waktu dua menit, Keysi menampilkan tiga trik yang berbeda di hadapan para juri.
Trik pertama, Keysi menggunakan kain hitam dan mengubah kain tersebut dalam berbagai warna yang berbeda. Trik kedua, gadis berusia 24 tahun itu menunjukkan sebuah kotak kecil kosong yang kemudian diubahnya menjadi dua. Terakhir, Keysi menggunakan tiga kain berbeda, yaitu merah, biru, dan putih, kemudian memasukkan kain ke dalam tabung kecil dan mengubahnya menjadi bendera Puerto Rico.

“Ini pertama kalinya saya melakukan trik tersebut sehingga saya sangat gugup. Tetapi saya sangat senang dengan yang saya lakukan karena merupakan kebanggaan untuk bangsa saya. Saya pikir juri cukup terkesan,” tukas Keysi.


Share on Google Plus

About Ciho Santana

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar