Ini Bahaya Sering Mandi Air Panas Untuk Kulit



Mampirdolo.blogspot.com | Berita Menarik | Berita Kesehatan - Fisik lelah akan padatnya aktivitas menjadikan tubuh menuntut ‘lebih’ untuk mendapatkan hak-haknya merasakan kenyaman.

Jika sudah seperti itu pelarian yang paling sering dilakukan adalah pergi ke kamar mandi dan kemudian berendam air panas sepuasnya.

Kebiasaan tersebut memang sulit sekali ditinggalkan, sehingga Anda berfikir sah-sah saja untuk dilakukan setiap hari. Namun baru-baru ini peneliti mengungkapkan jika sering mandi air panas memiliki efek yang tidak baik untuk tubuh terutama kesehatan kulit. Terlebih jika suhunya terlalu panas yang bisa menyebabkan iritasi.

Sejal Shah, M.D. seorang dokter kulit mengatakan jika temperatur suhu yang aman untuk tubuh yaitu cukup suam-suam kuku saja, walau sebenarnya tidak ada aturan khusus dengan suhu yang harus digunakan saat mandi. Hanya saja menurut dermatologis New York menyarankan suhu sebaiknya di bawah 43 derajat celcius atau disesuaikan dengan kondisi kulit.

“Air panas menghilangkan minyak alami pada kulit yang memicu kekeringan, kulit gatal bahkan eksim,” ujar Sejal. Jadi, ketika mandi coba gunakan insting Anda, jika suhu di bawah 43 derajat membuat tak nyaman atau kulit berubah merah, bisa jadi suhu terlalu panas.

Ari panas juga berimbas pada kesehatan rambut. Ketika air panas menyentuh kepala itu akan berpengaruh terhadap minyak alami pada akar rambut, serta membuat kulit kepala terkikis. Ini salah satu penyebab rambut cepat kering.

Tidak hanya sampai disitu efek negatifnya. Mandi air panas sebenarnya baik untuk meningkatkan sirkulasi darah. Namun, jika suhu terlalu panas dan mandi terlalu lama hal tersebut bisa menyebabkan perdangan pada sel kulit. Tentu ini memperburuk kondisi apabila sebelumnya kulit sudah mengalami iritasi.

Share on Google Plus

About Ciho Santana

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar