9 Hal Ini Bisa Memicu Terjadinya Kiamat



Berita Menarik | Mampirdolo.blogspot.com - Perubahan iklim yang membawa bencana dan menghancurkan bumi kerap kali digambarkan dalam film-film Hollywood. Seolah-olah ini merupakan vision atau penglihatan yang dalam hati kecil para pembuat film ini bakal terjadi dengan melihat tanda-tanda yang dirasainya.

Tak heran, sejak tahun 1950-an film seperti "The Day the Earth Stood Still" sampai film 1960-an "Planet of the Apes" dan film lain apokaliptik lain seperti "The Day After Tomorrow," dan "After Earth," jelas menonjolkan eksplorasi luar biasa tentang datangnya kiamat.

Bisa jadi, ini khayalan para sineas semata. Namun, rupanya para ilmuwan seperti dikutip Livescience khawatir mengenai tanda-tanda nyata yang menuju ke arah akhir dunia ini. Bahkan beberapa tanda tampak begitu mengkhawatirkan.

Setidaknya berikut 9 hal yang diramalkan para ilmuwan bahwa dunia sedang menuju tamat.

1. Global Warming
Pemanasan global merupakan fakta yang mengkhawatirkan bagi banyak ilmuwan. Perubahan iklim bisa jadi sangat ekstrem dan meningkat di beberapa wilayah ditandai dengan pindahnya hewan-hewan dan penyakit yang saling bertukar di antara satu wilayah dengan wilayah bumi lain. Beberapa wilayah permukaan daratan turun atau tenggelam dan air makin meninggi. Tumpukan perubahan ini mengakibatkan labilnya kondisi politik, hancurnya ekosistem, kelaparan yang berkepanjangan, kekeringan yang lama, dan perubahan-perubahan lain yang membuat bumi ini menjadi tak lagi nyaman dan ramah untuk dihuni manusia.

2. Asteroid
Biasanya ini kerap digambarkan dalam film-film sebagai penyebab berakhirnya kehidupan dunia. Namun, para ilmuwan sebenarnya memang khawatir batu-batu dari ruang angkasa ini bakal menyapu bumi. Dalam sejarah bumi, hujan meteor pernah menghancurkan dinosaurus yang pernah hidup di bumi. Terbukti pula di Hutan Siberia, di Tunguska yang sekarang menjadi Krasnoyarsk Krai, Russia, sebuah batu meteorid masif meluluhlantakkan permukaan bumi hingga 2.000 kilometer persegi pada 1908. Meski menakutkan, barangkali hanya astronomer saja yang tahu tentang pergesekan batu-batu angkasa ini dalam sistem tata surya.

3. Ancaman penyakit pandemik
Ancaman penyakit mematikan yang muncul tiap tahun cukup mengkhawatirkan semua orang di bumi ini. Ambil contoh misalnya SARS, flu burung, dan akhir-akhir ini MERS yang datang dari jazirah Arab. Mungkin ini akibat makin terkoneksinya manusia secara global sehingga penyakit pun dengan mudah menyebar.

"Ancaman pandemik ini sangat riil,"ujar Joseph Miller, penulis "Biology" bersama Ken Miller yang diterbitkan Penerbit Prentice Hall pada 2010.

4. Kehancuran yang terancang
Penyakit alamiah bukanlah satu-satunya yang menakutkan manusia zaman sekarang. tahun 2011, komunitas ilmuwan pernah marah karena para ilmuwan telah merekayasa sebuah virus flu burung versi mutan H5N1 yang mudah tersebar lewat udara. Hasilnya, ketakutan luar biasa muncul dari semua orang karena bila lepas dari laboratorium, bisa mengakibatkan pandemik global.

5. Jamur di sekitar kita
Meski ancaman bakteri memang berbahaya, ancaman lain yang tak kalah menakutkan juga datang dari jamur, kata David Wake, kurator Museum Vertebrata Zoologi di Universitas California, Amerika Serikat.

"Kita telah memiliki sebuah penyakit jamur ampibibaru yang bisa menyebabkan efek merusak yang luar biasa,"ujar Wake tentang Jamur Chytrid yang pernah mematikan kodok di seluruh Amerika Serikat.

Bisa jadi jamur yang sama bisa juga menghancurkan manusia. Kalau bakteri sudah bisa dikalahkan dengan antibiotik yang juga bisa diproduksi massal, ancaman jamur yang bisa membawa infeksi ini belum dikuasai betul oleh para ilmuwan, kata Wake.

6. Perang nuklir
Banyak ilmuwan masih khawatir dengan potensi munculnya perang nuklir. Iran yang diam-diam berupaya membuat senjata dari bahan berbahaya ini hingga Korea Utara di bawah pimpinan Kim Jong Un perlu diwaspadai oleh para pemimpin dunia.

Tahun lalu, buletin tentang atom yang dibuat para ilmuwan, sebuah majalah non teknis tentang keamanan global yang ditemukan pada 1945 oleh dokter dari Manhattan menggerakkan "Jam Kiamat" selama lima menit menuju tengah malam. "Jam Kiamat" ini menunjukkan betapdekatnya kemanusiaan pada kehancuran akibat nuklir atau senjata biologis atau perubahan iklim.

7. Kemunculan robot
Film "The Terminator" mungkin sebuah cerita fiksi ilmiah. Namun, sebenarnya mesin pembunuh tidaklah terlalu jauh dari manusia zaman sekarang. Perserikatan Bangsa-bangsa akhir-akhir melarang dibuatnya robot pembunuh khawatir para ahli bakal membuatnya di beberapa negara dan menimbulkan ancaman besar.

Para ilmuwan komputer berpikir secara singular. Kecerdasan artifisial yang menggantikan kecerdasan manusia sudah sangat dekat. Apakah robot-robot itu bakal menjadi teman yang memudahkan dan membantu hidup manusia atau tidak masih menjadi perdebatan. Namun, situasi bakal makin mengkhawatirkan bila ada banyak robot bersenjata mematikan berkeliaran di sekitar kita.

8. Meledaknya jumlah penduduk
Ketakutan terhadap meledaknya jumlah penduduk dunia sudah dirasakan sejak abad ke-18 saat Thomas Maltus meramalkan pertumbuhan penduduk yang bisa menyebabkan munculnya kelaparan global. Dengan populasi global yang mencapai 7 triliun dan bisa lebih, banyak konservasionis berpikir bahwa pertumbuhan penduduk merupakan salah satu ancaman bagi planet bumi ini.

Tentu semua orang tidak akan begitu saja setuju bahwa populasi bakal stabil 50 tahun ke depan dan manusia akan berinovasi menyelesaikan masalahnya sendiri atas konsekuensi negatif ini. 

9. Efek bola salju
Meski setiap skenario ini bisa terjadi, kebanyakan ilmuwan berpikir sebuah efek bola salju dari berbagai kejadian ini tetap mungkin terjadi, kata Miller. Ambil contoh misalnya, pemanasa global. Kondisi ini mengakibatkan munculnya penyakit mematikan yang bisa menyebar luar lewat iklim.

Sementara itu, kehancuran ekosistem dapat juga menyulitkan manusia untuk memproduksi makanan. Lebah bisa jadi tak lagi membuat madu atau pertanian mengalami kekurangan air. Akhirnya yang terjadi, kehancuran total bisa membuat bumi ini secara bertahap rusak dan musnah, kata Miller.

Skenario itu (tentang akhir dunia), sebenarnya tidaklah dramatik."Ibaratnya seperti diserang pisau dan lecet,"ujar Miller. "Justru ini lebih mirip seperti mati gara-gara disosor bebek."


Share on Google Plus

About Ciho Santana

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar